Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Wasting pada Balita Usia 1-5 Tahun di Puskesmas Talang Betutu Kota Palembang

Authors

  • Rahmalia Afriyani Universitas Sriwijaya Palembang
  • Nura Malahayati
  • Hartati Hartati

DOI:

https://doi.org/10.26630/jk.v7i1.120

Keywords:

Wasting, Angka kejadian, Riwayat penyakit infeksi, Status imunisasi

Abstract

Wasting merupakan masalah gizi kurang akut yang secara tidak langsung dapat menyebabkan kematian pada balita. Saat ini wasting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia dengan prevalensi 12,1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian wasting di Puskesmas Talang Betutu Kota Palembang dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan rancangan cross sectional, sampel adalah ibu/ pengasuh/ keluarga yang memiliki balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Talang Betutu Kota Palembang berjumlah 100 orang, didapat dengan teknik accidental sampling. Analisis data univariat, bivariat menggunakan uji Chi Square, Spearman Rho dan Cochran Mentel Henzel. Hasil penelitian dari 100 orang responden diperoleh angka kejadian wasting sebesar 19% responden memiliki balita yang mengalami wasting, sebagian besar responden memiliki balita dengan asupan nutrisi dalam kategori kurang (51%), tanpa riwayat penyakit infeksi (66%), status imunisasi lengkap (82%) dan mendapat ASI secara eksklusif (75%). Selanjutnya sebagian besar responden berada dalam kategori rumah tangga (65%), dan tingkat pendapatan tinggi (53%). Analisa bivariat menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan nutrisi dengan kejadian wasting (p-value: 0.001). Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian wasting berdasarkan status imunisasi (p-value= 0,000) dengan kejadian wasting pada balita di Puskesmas Talang Betutu Kota Palembang Tahun 2015. Dapat disimpulkan bahwa angka kejadian wasting di Puskesmas Talang Betutu masih tinggi. Faktor yang mempengaruhi kejadian wasting adalah asupan nutrisi dan riwayat penyakit infeksi berdasarkan status imunisasi. Saran penelitian ini perlunya dikembangkan model deteksi dini wasting, pemantauan penyakit infeksi dan cakupan status imunisasi.

References

Azwar, A. 2004. Kecenderungan Masalah Gizi dan Tantangan di Masa Datang. Disampaikan Pada Pertemuan Advokasi Program Perbaikan Gizi Menuju Keluarga Sadar Gizi. Jakarta: Hotel Sahid Jaya.

Arsad, RA. 2006. Perbedaan Hemoglobin, Status Gizi dan Prestasi Belajar Anak SD Wilayah Gunung dan Pantai di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2006. Makassar: FKM-UNHAS.

Barasi, ME. 2007. At a Glance: Ilmu Gizi. Jakarta: Erlangga.

Chandra, R. K. 1999. Nutrition and immunology: from the clinic to cellular biology and back again. Proceedings of the Nutrition Society, 58(03), 681-683.

Depkes. RI. 2002. Pemantauan Pertumbuhan Balita. Jakarta : Direktorat Gizi Dep. Kes. RI.

________. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Ernawati, A. 2009. Hubungan Faktor Sosial Ekonomi, Higiene Sanitasi Lingkungan, Tingkat Konsumsi Dan Infeksi Dengan Status Gizi Anak Usia 2-5 Tahun Di Kabupaten Semarang Tahun 2003. (Doctoral dissertation, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro).

Muqni, A. D. 2012. Hubungan Berat Badan Lahir Dan Pelayanan KIA Terhadap Status Gizi Anak Balita Di Kelurahan Tamamaung Makassar. Media Gizi Masyarakat Indonesia, 1(2). diakses pada http://blog.unhas.ac.id/index.php/mgmi/article/view/429

Nasution, K., Sjahrullah, M. A. R., Brohet, K. E., Adi, K., & Endyarni, B. 2009. Infeksi Saluran Napas Akut pada Balita di Daerah Urban Jakarta. Sari Pediatri, 11(4), 223-8.

Nurya Heppy, 2011. Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Tegalsari Kecamatan Candisari Kota Semarang. Semarang: Unimus. (http:/digilib.unimus.ac.id)

Olofin I, Mcdonald CM, Ezzati M, Flaxman S, Black RE, Fawzi WW, Caulfield LE, Danaei G. 2013. Association of suboptimal growth under five years; a pooled analysis of ten prospective studies. Plos One, vol : 8, issue: 5. Diakses pada www.plosone.org

Punarsih, A. 2015. Determinan Asupan Energi dan Protein pada Balita di Wilayah Indonesia Timur dan Barat Tahun 2010. (Analisis Data Sekunder Riskesdas 2010).

Ricci JA & Becker S. 1996. Risk factors for wasting and stunting among children in Metro Cebu, Philipines. The America Journal Of Clinical Nutrition. Vol:63:966-75. Diakses pada www.ajcn.nutrition.org

Simatupang, P. 2007. Analisis kritis terhadap paradigma dan kerangka dasar kebijakan ketahanan pangan nasional. In Forum Penelitian Agro Ekonomi (Vol. 25, No. 1, pp. 1-18).

Soendjojo Ramita D, Sritje Hikmat, Mien Sumartono. 2000. Menstimulasi Anak Usia 0-1 Tahun. Jakarta: PT. Elexmedia Komputindo.

Sugihartono, S., Rahmatullah, P., & Nurjazuli, N. 2012. Analisis Faktor Risiko Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Kota Pagar Alam. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 11(1), 82-86.

Supariansa IDN, Bakri B, Fajar I. 2012. Penilaian Status Gizi. Cetakan 2012. Jakarta: ECG.

Supriyadi. 2014. Statistik Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

Tarasuk, V. S. 2001. Household food insecurity with hunger is associated with women’s food intakes, health and household circumstances. The Journal of nutrition, 131(10), 2670-2676.

WHO. 2007. Comunity-based management of severe acut malnutrition.

____. 2014. World Health Statistic 2014.

UNICEF. 1998. The State of The World’s Children. Oxford: Oxford University Press

_______. 2013. Levels & Trends in Child Mortality Report 2013 JKN 2015 . Di akses pada www.jkn.kemenkes.go.id.

Downloads

Published

30-04-2016