HUBUNGAN SIKAP DAN PERSEPSI MANFAAT DENGAN KOMITMEN PENCEGAHAN TERSIER PENYAKIT HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SE-KOTA METRO

Janu Purwono

Sari


Penyakit hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian.  Faktor resiko pada penyakit hipertensi yaitu faktor yang tidak dapat diubah atau dikontrol dan faktor yang dapat diubah atau dikendalikan. Faktor yang dapat diubah atau dikendalikan adalah obesitas, mengkonsumsi garam, olah raga, mengkonsumsi alkohol dan merokok. Pencegahan tersier ditujukan untuk meminimalkan komplikasi, menghindari kecacatan dan meningkatkan kualitas hidup agar dapat menjalani kehidupan secara normal dan dapat diterima oleh lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap dan persepsi manfaat dengan komitmen pencegahan tersier penyakit hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas  Se-Kota Metro. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan studi cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 99 responden. Data diperoleh dengan tehnik wawancara menggunakan kuesioner. Analis data menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa ada hubungan variabel  sikap (p-value = 0,001) dengan komitmen pencegahan tersier penyakit hipertensi, dan tidak ada hubungan persepsi manfaat (p-value = 0,084). Saran bagi petugas kesehatan perlu ditingkatkan program promosi kesehatan pada masyarakat dalam pencegahan tersier penyakit hipertensi di masyarakat   melalui media masa maupun elektronik. Penyuluhan dan kunjungan rumah pada pasien hipertensi perlu dilakukan dalam rangka memantapkan program pencegahan tersier penyakit hipertensi.


Kata Kunci


Hipertensi, sikap, persepsi manfaat, komitmen

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Kannel WB, 1996, Blood pressure as a cardiovascular risk faktor, J Am Med Assoc.

Kearney PM, 2005, Role of blood Pressure in the development of congestive heart failure. N Eng J Med.

Depkes RI, 2011, Sepuluh besar penyakit terbanyak rawat jalan se-Indonesia 2011

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, 2011, Data Penyakit pada Tahun 2011

Dinas Kesehatan Kota Metro, 2011, Sepuluh Besar Penyakit Pada Tahun 2011

Wolff, 2008, Hipertensi; Cara mendeteksi dan Mencegah Tekanan Darah Tinggi Sejak Dini (Terjemahan), PT. Bhuana Ilmu Populer Kelompok Gramedia, Jakarta

William L, 2008, Understanding Medical Surgical Nursing, Third Edition F.A Davis Company, America

Hadi, D, 2008, Skripsi, Hubungan Obesitas dan Asupan Garam terhadap Kejadian Hipertensi pada Laki-laki 40 tahun ke atas Studi di Puskesmas Padangsari Banyumanik Semarang, UNES

Meylina, 2005,Thesis, Analisis faktor Resiko Hipertensi, Diabetes Mellitus, Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah di Indonesia, IPB Bogor.

Neil N, 2000, Psiologi Kesehatan, EGC, Jakarta.

Pender, 2002, Health Promotion, Lippincoot William & Wilkins

Notoatmodjo S, 2010, Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi, Rineka Cipta, Jakarta

Suyitno S,1989, Pencegahan Penyakit Dalam Peningkatan Tumbuh Kembang Anak, UNDIP

Notoatmodjo, S, 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan.Ed-Rev, PT Rineka Cipta, Jakarta

Elisabeth, 201. Skripsi, Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Hipertensi pada Lansia di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Parsoburan Kecamatan Siantar Marihat Pematangsiantar

Ludiana, 2011. Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Perilaku Makan pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pujokerto Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah Tahun 2011, UNIMAL

Sembiring, 2010. Skripsi, Perilaku Penderita Hipertensi terhadap Upaya Pencegahan Komplikasi di Wilayah Kerja Puskesmas Berastagi, USU

Yuliana S. 2007, Skripsi, Hubungan antara Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Hipertensi pada Laki-laki Usia 40 tahun ke atas di Badan Rumah Sakit Daerah Cepu, UNES.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.