HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TUBERCULOSIS PARU

Tuti Lestiyaningsih

Abstract


Tuberculosis is an infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis. Data from the Tanjung Sari Health Center in South Lampung Regency shows that there has been an increase in cases in the last two years, 46 cases in 2015 and 47 cases in 2016. Until the end of semester 1 of 2017, an additional 33 cases were recorded. This study aims to determine the relationship between sex and the physical environment of the house with the incidence of pulmonary tuberculosis at Tanjung Sari Public Health Center.

This study used an analytic survey method with a case-control design. The population is people who are registered as patients of Tanjung Sari Public Health Center, from January to June 2017. The sample is 74 people, consisting of 37 cases and 37 controls.

 The results showed that women predominantly suffer from pulmonary tuberculosis. The physical environment includes the area of ventilation, the presence of cross-ventilation, and the position of the window as risk factors for pulmonary TB disease. It is recommended that people get used to opening windows to maintain the availability of fresh air in the room and the entry of sunlight. Puskesmas should increase the capacity of cadres in providing knowledge on the prevention of pulmonary tuberculosis to the community.


Keywords


Tuberculosis, house, environment, ventilation

References


Ahyanti, M. (2020). Sanitasi Pemukiman pada Masyarakat dengan Riwayat Penyakit Berbasis Lingkungan Sanitation of Community Settlements with a History of Environmental- Based Diseases. Jurnal Kesehatan Poltekkes Tanjungkarang, 11(1), Hal. 44-50.

Dotulong, J. F. J., Sapulete, M. R., & Kandou, G. D. (2015). Hubungan Faktor Risiko Umur, Jenis Kelamin Dan Kepadatan Hunian Dengan Kejadian Penyakit Tb Paru Di Desa Wori Kecamatan Wori. Jurnal Kedokteran Komunitas Dan Tropik, 3(2), Hal. 57-65.

Ihram, M. A. (2013). Hubungan Tingkat Sirkulasi Oksigen dan Karakteristik Individu dengan Kejadian TB Paru pada Kelompok Usia Produktif di Puskesmas Pondok Pucung Tahun 2013. In Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Negeri Syarif Hidayatullah. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Negeri Syarif Hidayatullah. https://doi.org/10.35790/ebm.5.2.2017.18520

Izzati, S., Basyar, M., & Nazar, J. (2015). Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Tahun 2013. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(1), 262–268. https://doi.org/10.25077/jka.v4i1.232

Jurado, L. F., & Palacios, D. M. (2018). Tuberculosis: A Risk Factor Approach. In Tuberculosis. https://doi.org/10.5772/intechopen.73538

Kementerian Kesehatan RI. (2011). Pedoman Nasional Pengendalian Tuberculosis Tahun 2011. Dirjen Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan:

Lestari, N. P., Wahyuni, N. S., & Nasriati, R. (2019). Studi Kasus : Upaya Pencegahan Penularan Penyakit Pada Keluarga Dengan Penderita Tb Paru. Health Sciences Journal, 3(2), Hal. 43-55. https://doi.org/10.24269/hsj.v3i2.264

Peraturan Mentri Kesehatan Indonesia No 1077/Menkes/PER/2011, (2011).

Putra, N. R. (2011). Hubungan Perilaku Dan Kondisi Sanitasi Rumah Dengan Kejadian TB Paru Di Kota Solok Tahun 2011. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang.

Sabarudin, A., Hartini, & Hermawan, Y. (2011). Modul Rumah Sehat (p. Hal. 1-40). Badan penelitian dan Pengembangan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman.

Sejati, A., & Sofiana, L. (2015). Faktor-Faktor Terjadinya Tuberkulosis. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), Hal. 122-128. https://doi.org/10.15294/kemas.v10i2.3372

sirait. (2018). Pengaruh Kepatuhan Dan Motivasi Penderita Tb Paru Terhadap Tingkat Kesembuhan Pengobatan Di Puskesmas Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Tahun 2017. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 1(1), Hal. 31-36. http://ejournal.delihusada.ac.id/index.php/JPKSY/article/view/40

Tan, W., Soodeen-Lalloo, A. K., Chu, Y., Xu, W., Chen, F., Zhang, J., Sha, W., Huang, J., Yang, G., Qin, L., Wang, J., Huang, X., Shi, J., & Feng, Y. (2018). Sex influences the association between haemostasis and the extent of lung lesions in tuberculosis. Biology of Sex Differences, 9(1), 1–11. https://doi.org/10.1186/s13293-018-0203-9

Tobing, R. L. (2012). Hubungan Kesehatan Lingkungan Rumah terhadap Kejadian TB paru di Kecamatan Tretep Kabupaten Temanggung. Fakultas Ilmu Kesehatan.

Vindrahapsari, R. T. (2016). Kondisi Fisik dan Jumlah Bakteri Udara pada Ruangan AC dan Non AC di Sekolah Dasar (Studi Sekolah Dasar Sang Timur Semarang). In Universitas Muhammadiyah Semarang. Universitas Muhammadiyah Semarang. http://repository.unimus.ac.id/51/1/FULLTEXT 1.pdf

Wikurendra, E. A. (2010). Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Tb Paru Dan Upaya Penanggulangannya. Jurnal Ekologi Kesehatan, 9(4), Hal. 1340-1346. https://doi.org/10.31227/osf.io/r3fmq

Wulandari, A. A., Nurjazuli, & Adi, M. S. (2015). Faktor Risiko dan potensi Penularan Tuberculosis Paru di Kabupaten kendal, Jawa Tengah. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 14(1), 382–386. https://doi.org/10.1299/kikaic.57.382




DOI: http://dx.doi.org/10.26630/rj.v14i2.2207

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Publish by: Department of Environmental Health, Tanjungkarang Health Polytechnic

ISSN Online 2723-7796 | ISSN Print  1978-6204
Jl. H. Mena No.100, Hajimena, Kec. Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung 35145.
Telepon 081273715302, email:  ruwajurai@poltekkes-tjk.ac.id


Statistik Pengunjung:

Lihat Statistik Saya


Lisensi Creative Commons
Jurnal Kesehatan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 .