Determinant of PM2.5 and PM10 Concentrations in Residential Areas of Sungai Pinang and Samarinda Ulu Districts, Samarinda City, Indonesia

Authors

  • Aprilianus Reynaldy Nurak Undergraduate Public Health Program Study, Universitas Mulawarman, East Kalimantan, Indonesia
  • Ayudhia Rachmawati Department of Environmental Health, Universitas Mulawarman, East Kalimantan, Indonesia
  • Rea Ariyanti Department of Biostatistic and Population, Universitas Mulawarman, East Kalimantan, Indonesia
  • Riyan Ningsih Department of Environmental Health, Universitas Mulawarman, East Kalimantan, Indonesia
  • Dewi Novita Hardianti Department of Occupational Health and Safety, Universitas Mulawarman, East Kalimantan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26630/rj.v20i2.5618

Keywords:

Particulate Matter, Indoor Pollution, Housing Physical Conditions, Environmental Health

Abstract

Indoor air quality significantly affects occupants’ health, particularly by increasing the risk of respiratory disorders. This analytical observational study employed a cross-sectional design to examine the relationship between the physical characteristics of house and their surrounding environment and the concentrations of PM2,5 and PM10 particulates in Sungai Pinang and Samarinda Ulu Districts. A total of 151 houses were selected using purposive sampling. The variables investigated included wall condition, ventilation, ceiling condition, type of cooking fuel, occupancy density, and the presence of plants. PM2,5 and PM10 concentrations were measured using a Dust Sampler, and the data were analyzed using univariate and bivariate analyses (Mann-Whitney and Kruskal-Wallis tests). The results showed variations in particulate concentrations between the two study locations. At he first location, the mean PM2,5 and PM10 concentrations were 9 µg/m³ and 52 µg/m³ respectively (temperature 32.15°C; relative humidity 71%). At the second location, the mean concentrations were 12 µg/m³ and 71 µg/m³ (temperature 33.14°C; relative humidity 72%). Most houses had non-permanent walls (72.8%) and ventilation that did not meet the recommended health standards (99.3%). Bivariate analysis indicated that wall conditions was the only variable significantly associated with PM2.5 (p=0.040) and PM10 (p=0.049) concentrations. No statistically significant associations were observed for the other variables. In conclusion, wall condition is an important determinant of indoor particulate concentrations. Improving building quality, particularly wall construction, along with strengthening environmental health education, may help reduce particulate exposure and its associated health risks within the community.

References

Akbar, H., B, H., Hamzah, S. R., Paundanan, M., & Reskiaddin, L. O. (2021). Hubungan Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Plumbon. Jurnal Kesmas Jambi, 5(2), 1–8. https://doi.org/10.22437/jkmj.v5i2.14306

Anjelicha, D., Riviwanto, M., & Wijayantono, W. (2022). Analisis Risiko Penyakit Paru Obstruksi Kronis Akibat Paparan Debu Pm2.5 pada Pekerja Mebel Kayu CV Mekar Baru Kota Padang. Jurnal Sehat Mandiri, 17(1), 115–125. https://doi.org/10.33761/jsm.v17i1.598

Anwar, A., & Dharmayanti, I. (2014). Pneumonia pada Anak Balita di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 8(29), 359–365. https://doi.org/10.21109/kesmas.v8i8.405

Atmawati, F., Jumakil, J., & Octaviani, R. E. S. (2022). Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Motaha Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2021. Jurnal Gizi Dan Kesehatan Indonesia, 3(1). https://doi.org/10.37887/jgki.v3i1.25710

Azzahro, F., Fulfiah, & Anjarwati. (2019). Evaluasi Pemilihan Spesies Pohon Pengendali Polusi Udara Pabrik Semen. Jurnal Teknik Lingkungan, 2(1), 19–23. https://doi.org/10.31848/ejtl.v2i1.259

Bahri, B., Raharjo, M., & Suhartono, S. (2022). Hubungan Kondisi Fisik Lingkungan Rumah dan Angka Kuman Udara Dengan Kejadian Pneumonia Balita (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Baturraden II Banyumas). Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(2), 170–179. https://doi.org/10.14710/jkli.21.2.170-179

Budi, W. S., Raharjo, M., Nurjazuli, & Poerwati, S. (2024). Hubungan Kualitas Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis di Kecamatan Panekan. Media Publikasi Promosi Kesehatan Masyarakat (MPPKI), 7(4), 1012–1018. https://doi.org/10.56338/mppki.v7i4.5106

Dewiningsih, U. (2018). Faktor Lingkungan dan Perilaku Kejadian Pneumonia Balita Usia 12-59 Bulan. Journal of Public Health Research and Development (HIGEIA), 2(3), 453–464. https://doi.org/10.15294/higeia/v2i3/23512

Dian, E. P. (2017). Rancang Bangun Sistem Monitoring Ruangan Pada Smarthome. Universitas Andalas. http://scholar.unand.ac.id/29482/

EAQ. (2023). How Air Pollution Affects Our Lives. Evotech Air Quality. https://www.evotechairquality.co.uk/articles/how-air-pollution-affects-our-lives

Fajrianti, A. N., Widiarini, R., & Wibowo, P. A. (2022). Pengaruh Pengetahuan dan Penggunaan Obat Nyamuk Bakar Dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Desa Rejuno. Jurnal Delima Harapan, 9(2), 189–197. https://doi.org/10.31935/delima.v9i2.184

Febriyanti, M. (2014). Faktor-Faktor Kondisi Fisik Rumah yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA Pada Masyarakat disepanjang Pantai Air Bangis Pasaman Barat. Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Padang. https://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id/index.php?p=fstream-pdf&fid=42&bid=1963

Firdausy, E. F., Utomo, D. M., & Hariyani, S. (2020). Aktivitas transportasi yang mempengaruhi kadar co di udara pada kawasan perumahan sawojajar. Planning for Urban Region and Environment (PURE), 9(1). https://purejournal.ub.ac.id/index.php/pure/article/view/16/14

Guercio, V., Pojum, I. C., Leonardi, G. S., Shrubsole, C., Gowers, A. M., Dimitroulopoulou, S., & Exley, K. S. (2021). Exposure to Indoor and Outdoor Air Pollution From Solid Fuel Combustion and Respiratory Outcomes in Children in Developed Countries: A Systematic Review and Meta-Analysis. The Science of the Total Environment, 755(Pt 1), 142187. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2020.142187

Gustin, T., Sutrisno, A. J., Agroteknologi, P. S., Pertanian, F., Satya, U. K., Pertanian, F., Kristen, U., & Wacana, S. (2024). Perbandingan Kapasitas Penjerapan Debu Daun Tabebuya ( Tabebuia rosea ), Bauhinia ( Bauhinia purpurea ), dan Angsana ( Pterocarpus sp .). Ruwa Jurai : Jurnal Kesehatan Lingkungan, 18(1), 41–47. https://doi.org/10.26630/rj.v18i1.4446

Hariningsih, S., Sujangi, & Prasetyo, A. (2023). Pengaruh Lingkungan Fisik Rumah dan Perilaku Terhadap Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Gema Lingkungan Kesehatan, 21(2), 51–58. https://doi.org/10.36568/gelinkes.v21i2.71

Hikmah, H. Z. (2022). Analisis Kadar PM10, PM2,5, TSP dan Pb Dalam Ruang (Studi Kasus: Bengkel Sabel Motor, Yogyakarta). Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/41181

Ismiyati, Marlita, D., & Saidah, D. (2014). Pencemaran Udara Akibat Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTRANSLOG), 1(3), 241–248. https://doi.org/10.54324/j.mtl.v1i3.23

Lewis, A. (2022). Air Quality Expert Group Indoor Air Quality. Department For Environment. https://doi.org/10.5281/zenodo.6523605

Manese, M. M., Ratag, B. ., & Rattu, A. J. . (2017). Faktor-Faktor Risiko Kejadian ISPA Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan. Universitas Sam Ratulangi, 6(3), 1–11. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/view/23052

Mareta, O. Y. (2022). Analisis Konsentrasi Polutan Pb, TSP, PM2,5, dan PM10 Serta Kajian Implementasi Sistem Pengelolaan Kualitas Udara di Bengkel X. Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/39198

Meita, P. R. R., Nurmaini, & Dharma, S. (2016). Hubungan Fisik Rumah dengan Kejadian ISPA Pada Balita Disekitar Usaha Pembuatan Batu Bata di Desa Tanjung Mulia Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang Tahun 2016. Universitas Sumatera Utara. https://www.neliti.com/id/publications/14486/hubungan-fisik-rumah-dengan-kejadian-ispa-pada-balita-disekitar-usaha-pembuatan

Naimah, K., Darmawan, A. M., Irfandi, M., Pradini, P., & Sinaga, S. G. (2024). Analisis Kualitas Udara Pada Ruangan Upt Plts Dan Laboratorium Teknik Sistem Energi. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health, 9(1), 31–42. https://doi.org/10.21111/jihoh.v9i1.9390

Nalasari, K., & Pertiwi, W. E. (2019). Kondisi Fisik Rumah dan Pencemaran Udara dalam Rumah serta Kejadian Pneumonia Balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(4). https://doi.org/10.20473/jkl.v11i4.2019.259-266

Noviandari, A. (2021). Karakteristik Kepala Keluarga dan Kondisi Kesehatan Rumah di Dusun Pagung Padakuhan Karangewu Desa Tirtomulyo Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul Tahun 2021. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, 3(April), 49–58. http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/6529

Novichri, V. M., Sudiar, N. Y., Amir, H., & Dwiridal, L. (2024). Analisis Pengaruh Parameter Meteorologi (Suhu (T), Kelembaban Udara (RH), dan Curah Hujan (CH)) Terhadap Konsentrasi PM2,5 dan PM10 di Stasiun GAW Bukit Kotabang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8, 29522–29536. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/18962/13782

Pemkot, S. D. (2025). Portal Resmi Kota Samarinda. Dinas Komunikasi Dan Informatika Pemerintah Kota Samarinda. https://samarindakota.go.id/balai-kota/kelurahan/

Pertiwi, K. D., Lestari, I. P., & Afandi, A. (2024). Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Debu PM10 dan PM2.5 Pada Relawan Lalu Lintas di Jalan Dipenogoro Ungaran. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, 6(2), 85–91. https://jurnal.unw.ac.id/index.php/PJ/article/view/3351/2358

Pranadji, D. K., Djamaludin, M. D., & Kiftiah, N. (2017). Analisis Perilaku Penggunaan LPG Pada Rumah Tangga di Kota Bogor. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 3(2), 173–183. https://doi.org/10.24156/jikk.2010.3.2.172

Putra, I. N. A. M. (2024). Gambaran Keadaan Linkgungan Fisik Kamar Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas II Denpasar Barat Tahun 2024. Poltekkes Kemenkes Denpasar, 37–53. https://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/13273/

Putri, A. M., Thohari, I., & Sari, E. (2022). Kondisi Fisik Rumah Mempengaruhi Kejadian Penyakit Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Krian Sidoarjo Tahun 2021. Gema Lingkungan Kesehatan, 20(01), 22–28. https://doi.org/10.36568/gelinkes.v20i1.5

Putri, P. D., & Mantu, M. R. (2019). Pengaruh lingkungan fisik rumah terhadap kejadian ISPA pada balita di Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon periode Juli - Agustus 2016. https://doi.org/10.24912/tmj.v1i2.3842

Romadoni, S. (2023). Analisis Faktor Risiko Kualitas Udara Dalam Ruang Terhadap Gangguan Kesehatan Di Kawasan Permukiman Kota Surabaya. In Accident Analysis and Prevention (Vol. 183, Issue 2). http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/64487

Romauli, E. F. A., Handayani, P., Nitami, M., & Handayani, R. (2021). Hubungan Antara Kualitas Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rawajati 2 Pancoran Jakarta Selatan. Forum Ilmiah, 18(2), 136–149. https://digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-Journal-20794-11_1697

Sartika. (2022). Faktor Risiko Kondisi Fisik Rumah dan Perilaku Merokok Anggota Keluarga Dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bajo Barat Kabupaten Luwu. Univeristas Hasanuddin. http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/17669

Subagio, L., & Herliani. (2019). Pengantar Hutan Tropis Lembab Dan Lingkungan. Univeristas Mulawarman. https://www.scribd.com/document/403401862/BAHAN-AJAR-Hutan-Tropis-Lembab-Lingkungannya-Maret-2019

Susanto, N. (2021). Faktor Lingkungan Sebagai Prediksi Infeksi Saluran Pernafasan Akut di Wilayah Bencana Gunung Berapi. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 10(04), 269–276. https://doi.org/10.33221/jikm.v10i04.940

Syafei, A. D., & Kurnianto, N. P. (2023). Study on peak hours, ventilation, and resident activities towards indoor air quality on PM2.5 in Surabaya. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1263(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/1263/1/012046

Syahadat, R. M., Hasibuan, M. S. R., Lufilah, S. N., Jannah, M., Faradilla, E., Dewi, H., & Nasrullah, N. (2020). Kapasitas Penjerapan Polutan Partikel Pada Tanaman Spathodea campanulata, Swietenia mahagoni, & Maniltoa grandiflora. IKRA-ITH Teknologi, 4(2), 73–78. http://repository.istn.ac.id/id/eprint/3133

Tambunan, F., Silitonga, E., & Sinaga, T. R. (2024). Penanaman Bibit Pohon Buah Dalam Upaya Mengurangi Pencemaran Udara dan Peningkatan Status Ekonomi. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 7(2), 306–312. https://doi.org/10.33024/jkpm.v7i2.13171

Titi, S. L., & Intan, R. (2021). Hubungan Lingkungan Fisik dengan Kejadian ISPA pada Balita. Miracle Journal of Public Health (MJPH), 4(2), 176–186. https://doi.org/10.36566/mjph/Vol4.Iss2/268

Widiati. (2024). Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian Insfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Anak di UPTD Puskesmas Gedung Sari Tahun 2024. Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, 1–7. http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/7246

Wulan, S., Lidiawati, L., & Dwiana Maydinar, D. (2024). Dampak PM2,5 Terhadap Jumlah Kasus Rawat Jalan Penyakit Paru Obstruktif Kronis di Kota Bengkulu. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 7(1), 537–546. http://dx.doi.org/10.30633/jsm.v7i1.2790

Wulandhani, S., & Purnamasari, A. (2019). Analisis Faktor Risiko Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut ditinjau dari Lingkungan Fisik. Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam, 8(2), 70. https://doi.org/10.35580/sainsmat82107212019

Zairinayati, & Putri, D. H. (2020). Hubungan Kepadatan Hunian dan Luas Ventilasi dengan Kejadian ISPA Pada Rumah Susun Palembang. Indonesia Journal for Health Sciences, 4(2), 121–128. https://doi.org/10.24269/ijhs.v4i2.2488

Downloads

Published

2026-09-04

How to Cite

Nurak, A. R., Rachmawati, A., Ariyanti, R., Ningsih, R., & Hardianti, D. N. (2026). Determinant of PM2.5 and PM10 Concentrations in Residential Areas of Sungai Pinang and Samarinda Ulu Districts, Samarinda City, Indonesia. Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 20(2), 68–78. https://doi.org/10.26630/rj.v20i2.5618

Issue

Section

Artikel