Determinant of PM2.5 and PM10 Concentrations in Residential Areas of Sungai Pinang and Samarinda Ulu Districts, Samarinda City, Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.26630/rj.v20i2.5618Keywords:
Particulate Matter, Indoor Pollution, Housing Physical Conditions, Environmental HealthAbstract
Indoor air quality significantly affects occupants’ health, particularly by increasing the risk of respiratory disorders. This analytical observational study employed a cross-sectional design to examine the relationship between the physical characteristics of house and their surrounding environment and the concentrations of PM2,5 and PM10 particulates in Sungai Pinang and Samarinda Ulu Districts. A total of 151 houses were selected using purposive sampling. The variables investigated included wall condition, ventilation, ceiling condition, type of cooking fuel, occupancy density, and the presence of plants. PM2,5 and PM10 concentrations were measured using a Dust Sampler, and the data were analyzed using univariate and bivariate analyses (Mann-Whitney and Kruskal-Wallis tests). The results showed variations in particulate concentrations between the two study locations. At he first location, the mean PM2,5 and PM10 concentrations were 9 µg/m³ and 52 µg/m³ respectively (temperature 32.15°C; relative humidity 71%). At the second location, the mean concentrations were 12 µg/m³ and 71 µg/m³ (temperature 33.14°C; relative humidity 72%). Most houses had non-permanent walls (72.8%) and ventilation that did not meet the recommended health standards (99.3%). Bivariate analysis indicated that wall conditions was the only variable significantly associated with PM2.5 (p=0.040) and PM10 (p=0.049) concentrations. No statistically significant associations were observed for the other variables. In conclusion, wall condition is an important determinant of indoor particulate concentrations. Improving building quality, particularly wall construction, along with strengthening environmental health education, may help reduce particulate exposure and its associated health risks within the community.
References
Akbar, H., B, H., Hamzah, S. R., Paundanan, M., & Reskiaddin, L. O. (2021). Hubungan Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Plumbon. Jurnal Kesmas Jambi, 5(2), 1–8. https://doi.org/10.22437/jkmj.v5i2.14306
Anjelicha, D., Riviwanto, M., & Wijayantono, W. (2022). Analisis Risiko Penyakit Paru Obstruksi Kronis Akibat Paparan Debu Pm2.5 pada Pekerja Mebel Kayu CV Mekar Baru Kota Padang. Jurnal Sehat Mandiri, 17(1), 115–125. https://doi.org/10.33761/jsm.v17i1.598
Anwar, A., & Dharmayanti, I. (2014). Pneumonia pada Anak Balita di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 8(29), 359–365. https://doi.org/10.21109/kesmas.v8i8.405
Atmawati, F., Jumakil, J., & Octaviani, R. E. S. (2022). Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Motaha Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2021. Jurnal Gizi Dan Kesehatan Indonesia, 3(1). https://doi.org/10.37887/jgki.v3i1.25710
Azzahro, F., Fulfiah, & Anjarwati. (2019). Evaluasi Pemilihan Spesies Pohon Pengendali Polusi Udara Pabrik Semen. Jurnal Teknik Lingkungan, 2(1), 19–23. https://doi.org/10.31848/ejtl.v2i1.259
Bahri, B., Raharjo, M., & Suhartono, S. (2022). Hubungan Kondisi Fisik Lingkungan Rumah dan Angka Kuman Udara Dengan Kejadian Pneumonia Balita (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Baturraden II Banyumas). Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(2), 170–179. https://doi.org/10.14710/jkli.21.2.170-179
Budi, W. S., Raharjo, M., Nurjazuli, & Poerwati, S. (2024). Hubungan Kualitas Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis di Kecamatan Panekan. Media Publikasi Promosi Kesehatan Masyarakat (MPPKI), 7(4), 1012–1018. https://doi.org/10.56338/mppki.v7i4.5106
Dewiningsih, U. (2018). Faktor Lingkungan dan Perilaku Kejadian Pneumonia Balita Usia 12-59 Bulan. Journal of Public Health Research and Development (HIGEIA), 2(3), 453–464. https://doi.org/10.15294/higeia/v2i3/23512
Dian, E. P. (2017). Rancang Bangun Sistem Monitoring Ruangan Pada Smarthome. Universitas Andalas. http://scholar.unand.ac.id/29482/
EAQ. (2023). How Air Pollution Affects Our Lives. Evotech Air Quality. https://www.evotechairquality.co.uk/articles/how-air-pollution-affects-our-lives
Fajrianti, A. N., Widiarini, R., & Wibowo, P. A. (2022). Pengaruh Pengetahuan dan Penggunaan Obat Nyamuk Bakar Dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Desa Rejuno. Jurnal Delima Harapan, 9(2), 189–197. https://doi.org/10.31935/delima.v9i2.184
Febriyanti, M. (2014). Faktor-Faktor Kondisi Fisik Rumah yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA Pada Masyarakat disepanjang Pantai Air Bangis Pasaman Barat. Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Padang. https://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id/index.php?p=fstream-pdf&fid=42&bid=1963
Firdausy, E. F., Utomo, D. M., & Hariyani, S. (2020). Aktivitas transportasi yang mempengaruhi kadar co di udara pada kawasan perumahan sawojajar. Planning for Urban Region and Environment (PURE), 9(1). https://purejournal.ub.ac.id/index.php/pure/article/view/16/14
Guercio, V., Pojum, I. C., Leonardi, G. S., Shrubsole, C., Gowers, A. M., Dimitroulopoulou, S., & Exley, K. S. (2021). Exposure to Indoor and Outdoor Air Pollution From Solid Fuel Combustion and Respiratory Outcomes in Children in Developed Countries: A Systematic Review and Meta-Analysis. The Science of the Total Environment, 755(Pt 1), 142187. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2020.142187
Gustin, T., Sutrisno, A. J., Agroteknologi, P. S., Pertanian, F., Satya, U. K., Pertanian, F., Kristen, U., & Wacana, S. (2024). Perbandingan Kapasitas Penjerapan Debu Daun Tabebuya ( Tabebuia rosea ), Bauhinia ( Bauhinia purpurea ), dan Angsana ( Pterocarpus sp .). Ruwa Jurai : Jurnal Kesehatan Lingkungan, 18(1), 41–47. https://doi.org/10.26630/rj.v18i1.4446
Hariningsih, S., Sujangi, & Prasetyo, A. (2023). Pengaruh Lingkungan Fisik Rumah dan Perilaku Terhadap Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Gema Lingkungan Kesehatan, 21(2), 51–58. https://doi.org/10.36568/gelinkes.v21i2.71
Hikmah, H. Z. (2022). Analisis Kadar PM10, PM2,5, TSP dan Pb Dalam Ruang (Studi Kasus: Bengkel Sabel Motor, Yogyakarta). Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/41181
Ismiyati, Marlita, D., & Saidah, D. (2014). Pencemaran Udara Akibat Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTRANSLOG), 1(3), 241–248. https://doi.org/10.54324/j.mtl.v1i3.23
Lewis, A. (2022). Air Quality Expert Group Indoor Air Quality. Department For Environment. https://doi.org/10.5281/zenodo.6523605
Manese, M. M., Ratag, B. ., & Rattu, A. J. . (2017). Faktor-Faktor Risiko Kejadian ISPA Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan. Universitas Sam Ratulangi, 6(3), 1–11. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/view/23052
Mareta, O. Y. (2022). Analisis Konsentrasi Polutan Pb, TSP, PM2,5, dan PM10 Serta Kajian Implementasi Sistem Pengelolaan Kualitas Udara di Bengkel X. Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/39198
Meita, P. R. R., Nurmaini, & Dharma, S. (2016). Hubungan Fisik Rumah dengan Kejadian ISPA Pada Balita Disekitar Usaha Pembuatan Batu Bata di Desa Tanjung Mulia Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang Tahun 2016. Universitas Sumatera Utara. https://www.neliti.com/id/publications/14486/hubungan-fisik-rumah-dengan-kejadian-ispa-pada-balita-disekitar-usaha-pembuatan
Naimah, K., Darmawan, A. M., Irfandi, M., Pradini, P., & Sinaga, S. G. (2024). Analisis Kualitas Udara Pada Ruangan Upt Plts Dan Laboratorium Teknik Sistem Energi. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health, 9(1), 31–42. https://doi.org/10.21111/jihoh.v9i1.9390
Nalasari, K., & Pertiwi, W. E. (2019). Kondisi Fisik Rumah dan Pencemaran Udara dalam Rumah serta Kejadian Pneumonia Balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(4). https://doi.org/10.20473/jkl.v11i4.2019.259-266
Noviandari, A. (2021). Karakteristik Kepala Keluarga dan Kondisi Kesehatan Rumah di Dusun Pagung Padakuhan Karangewu Desa Tirtomulyo Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul Tahun 2021. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, 3(April), 49–58. http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/6529
Novichri, V. M., Sudiar, N. Y., Amir, H., & Dwiridal, L. (2024). Analisis Pengaruh Parameter Meteorologi (Suhu (T), Kelembaban Udara (RH), dan Curah Hujan (CH)) Terhadap Konsentrasi PM2,5 dan PM10 di Stasiun GAW Bukit Kotabang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8, 29522–29536. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/18962/13782
Pemkot, S. D. (2025). Portal Resmi Kota Samarinda. Dinas Komunikasi Dan Informatika Pemerintah Kota Samarinda. https://samarindakota.go.id/balai-kota/kelurahan/
Pertiwi, K. D., Lestari, I. P., & Afandi, A. (2024). Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Debu PM10 dan PM2.5 Pada Relawan Lalu Lintas di Jalan Dipenogoro Ungaran. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, 6(2), 85–91. https://jurnal.unw.ac.id/index.php/PJ/article/view/3351/2358
Pranadji, D. K., Djamaludin, M. D., & Kiftiah, N. (2017). Analisis Perilaku Penggunaan LPG Pada Rumah Tangga di Kota Bogor. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 3(2), 173–183. https://doi.org/10.24156/jikk.2010.3.2.172
Putra, I. N. A. M. (2024). Gambaran Keadaan Linkgungan Fisik Kamar Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas II Denpasar Barat Tahun 2024. Poltekkes Kemenkes Denpasar, 37–53. https://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/13273/
Putri, A. M., Thohari, I., & Sari, E. (2022). Kondisi Fisik Rumah Mempengaruhi Kejadian Penyakit Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Krian Sidoarjo Tahun 2021. Gema Lingkungan Kesehatan, 20(01), 22–28. https://doi.org/10.36568/gelinkes.v20i1.5
Putri, P. D., & Mantu, M. R. (2019). Pengaruh lingkungan fisik rumah terhadap kejadian ISPA pada balita di Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon periode Juli - Agustus 2016. https://doi.org/10.24912/tmj.v1i2.3842
Romadoni, S. (2023). Analisis Faktor Risiko Kualitas Udara Dalam Ruang Terhadap Gangguan Kesehatan Di Kawasan Permukiman Kota Surabaya. In Accident Analysis and Prevention (Vol. 183, Issue 2). http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/64487
Romauli, E. F. A., Handayani, P., Nitami, M., & Handayani, R. (2021). Hubungan Antara Kualitas Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rawajati 2 Pancoran Jakarta Selatan. Forum Ilmiah, 18(2), 136–149. https://digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-Journal-20794-11_1697
Sartika. (2022). Faktor Risiko Kondisi Fisik Rumah dan Perilaku Merokok Anggota Keluarga Dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bajo Barat Kabupaten Luwu. Univeristas Hasanuddin. http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/17669
Subagio, L., & Herliani. (2019). Pengantar Hutan Tropis Lembab Dan Lingkungan. Univeristas Mulawarman. https://www.scribd.com/document/403401862/BAHAN-AJAR-Hutan-Tropis-Lembab-Lingkungannya-Maret-2019
Susanto, N. (2021). Faktor Lingkungan Sebagai Prediksi Infeksi Saluran Pernafasan Akut di Wilayah Bencana Gunung Berapi. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 10(04), 269–276. https://doi.org/10.33221/jikm.v10i04.940
Syafei, A. D., & Kurnianto, N. P. (2023). Study on peak hours, ventilation, and resident activities towards indoor air quality on PM2.5 in Surabaya. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1263(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/1263/1/012046
Syahadat, R. M., Hasibuan, M. S. R., Lufilah, S. N., Jannah, M., Faradilla, E., Dewi, H., & Nasrullah, N. (2020). Kapasitas Penjerapan Polutan Partikel Pada Tanaman Spathodea campanulata, Swietenia mahagoni, & Maniltoa grandiflora. IKRA-ITH Teknologi, 4(2), 73–78. http://repository.istn.ac.id/id/eprint/3133
Tambunan, F., Silitonga, E., & Sinaga, T. R. (2024). Penanaman Bibit Pohon Buah Dalam Upaya Mengurangi Pencemaran Udara dan Peningkatan Status Ekonomi. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 7(2), 306–312. https://doi.org/10.33024/jkpm.v7i2.13171
Titi, S. L., & Intan, R. (2021). Hubungan Lingkungan Fisik dengan Kejadian ISPA pada Balita. Miracle Journal of Public Health (MJPH), 4(2), 176–186. https://doi.org/10.36566/mjph/Vol4.Iss2/268
Widiati. (2024). Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian Insfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Anak di UPTD Puskesmas Gedung Sari Tahun 2024. Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, 1–7. http://repository.poltekkes-tjk.ac.id/id/eprint/7246
Wulan, S., Lidiawati, L., & Dwiana Maydinar, D. (2024). Dampak PM2,5 Terhadap Jumlah Kasus Rawat Jalan Penyakit Paru Obstruktif Kronis di Kota Bengkulu. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 7(1), 537–546. http://dx.doi.org/10.30633/jsm.v7i1.2790
Wulandhani, S., & Purnamasari, A. (2019). Analisis Faktor Risiko Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut ditinjau dari Lingkungan Fisik. Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam, 8(2), 70. https://doi.org/10.35580/sainsmat82107212019
Zairinayati, & Putri, D. H. (2020). Hubungan Kepadatan Hunian dan Luas Ventilasi dengan Kejadian ISPA Pada Rumah Susun Palembang. Indonesia Journal for Health Sciences, 4(2), 121–128. https://doi.org/10.24269/ijhs.v4i2.2488
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-Non Commercial License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





