Edukasi Tanda Bahaya Kehamilan sebagai Upaya Pencegahan Preeklamsia

Authors

  • Januarsih Januarsih Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.26630/beguaijejama.v7i1.5656

Keywords:

Edukasi, Preeklamsia, Tanda Bahaya Kehamilan

Abstract

Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang berkontribusi signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas ibu; hal ini dapat dicegah melalui deteksi dini dan peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda peringatan kehamilan. Inisiatif pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda peringatan kehamilan untuk mencegah preeklamsia di wilayah cakupan Puskesmas Karang Intan 2, Kabupaten Banjar. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif melalui sesi pendidikan kesehatan, diskusi interaktif, dan brosur, dengan desain pra-uji dan pasca-uji. Kelompok sasaran kegiatan ini adalah 30 ibu hamil pada trimester pertama, kedua, dan ketiga. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan skor rata-rata meningkat dari 56,7 menjadi 85,3 setelah intervensi. Lebih lanjut, terdapat peningkatan kemampuan peserta untuk mengenali tanda-tanda peringatan komplikasi kehamilan, seperti sakit kepala hebat, edema, gangguan penglihatan, dan nyeri epigastrik. Edukasi yang diberikan secara efektif meningkatkan pemahaman ibu hamil, berpotensi mendorong deteksi dini dan pengambilan keputusan yang lebih cepat saat mencari perawatan kesehatan. Inisiatif ini dapat berfungsi sebagai model untuk intervensi promotif dan preventif berbasis komunitas yang bertujuan mengurangi risiko komplikasi kehamilan, khususnya preeklamsia.

References

Ajzen, I. (2020). The theory of planned behavior: Frequently asked questions. Human Behavior and Emerging Technologies, 2(4), 314–324.

Bhutta, Z. A., Das, J. K., Bahl, R., Lawn, J. E., Salam, R. A., Paul, V. K., Sankar, M. J., Blencowe, H., Rizvi, A., Chou, V. B., & Walker, N. (2020). Can available interventions end preventable deaths in mothers, newborn babies, and stillbirths? The Lancet, 395(10231), 123–135.

Burton, G. J., Redman, C. W., Roberts, J. M., & Moffett, A. (2019). Pre-eclampsia: Pathophysiology and clinical implications. The Lancet, 393(10178), 123–135.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. (2024). Kompilasi Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2024. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2020). Health behavior: Theory, research, and practice (5th ed.). Jossey-Bass.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI.

Mayer, R. E. (2021). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press.

Mwilike, B., Nalwadda, G., Kagawa, M., Malima, K., & Horiuchi, S. (2018). Knowledge of danger signs during pregnancy and subsequent healthcare seeking actions among women in Urban Tanzania: a cross-sectional study. BMC Pregnancy and Childbirth, 18, 4. https://doi.org/10.1186/s12884-017-1628-6

Nursalam, N., Sukartini, T., & Priyantini, D. (2020). Health education and maternal knowledge improvement. Jurnal Ners, 15(2), 123–130.

Prawirohardjo, S. (2019). Ilmu kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka.

Rana, S., Lemoine, E., Granger, J. P., & Karumanchi, S. A. (2019). Preeclampsia: Pathophysiology, challenges, and perspectives. Circulation Research, 124(7), 1094–1112.

Sari, D. P., Yuliani, E., & Handayani, L. (2021). Effectiveness of maternal health education in improving knowledge of pregnancy danger signs. International Journal of Nursing Sciences, 8(2), 145–150.

Say, L., Chou, D., Gemmill, A., Tunçalp, Ӧ., Moller, A. B., Daniels, J., Gülmezoglu, A. M., Temmerman, M., & Alkema, L. (2019). Global causes of maternal death: A WHO systematic analysis. The Lancet Global Health, 7(3), e323–e333.

World Health Organization. (2019). WHO recommendations for prevention and treatment of pre-eclampsia. Geneva: WHO.

Downloads

Published

2026-04-30