Pangan Lokal Daun Kelor sebagai Upaya Pencegahan Stunting
DOI:
https://doi.org/10.26630/beguaijejama.v7i1.5653Keywords:
Daun Kelor, Pangan Lokal, Pencegahan StuntingAbstract
Stunting tetap menjadi masalah gizi kronis yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya selama 1.000 hari pertama kehidupan. Masalah utama yang diidentifikasi di Desa Nunggal Rejo adalah rendahnya pengetahuan masyarakat tentang stunting, terbatasnya pemanfaatan daun moringa sebagai makanan lokal bergizi, dan kurangnya keterampilan masyarakat dalam mengolah sumber daya pangan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan daun moringa sebagai makanan lokal inovatif untuk mencegah stunting di Desa Nunggal Rejo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah. Metode yang digunakan meliputi pendidikan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi pengolahan makanan berbahan dasar moringa, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta terdiri dari 36 ibu dengan balita dan 6 kader kesehatan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stunting, dengan skor rata-rata meningkat dari 73,1 menjadi 84, dan peningkatan keterampilan dalam mengolah puding moringa sebagai makanan tambahan bergizi, yang menunjukkan bahwa kegiatan tersebut mendukung upaya pencegahan stunting di desa tersebut.
References
Avisya, et al. (2024). Kandungan gizi dan manfaat daun kelor (Moringa oleifera) sebagai sumber pangan bergizi untuk pencegahan stunting. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat. https://life.whn.ac.id/index.php/life/article/view/4
Hidayat, R., & Putri, A. (2021). Penyuluhan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 55–62. https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/5599
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI.
Nugroho, A., & Sari, R. (2020). Peran edukasi gizi dalam pencegahan stunting pada balita. Jurnal Kesehatan dan Gizi, 12 (2), 88–95. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/algizzai/article/view/44183
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Sekretariat Jenderal. https://kemkes.go.id/id/category-download/profil-kesehatan
Sari, N., & Wulandari, D. (2022). Edukasi pemanfaatan daun kelor sebagai upaya pencegahan stunting pada balita. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 5(1). https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/483.
World Health Organization. (2023). Joint Child Malnutrition Estimates. Geneva: WHO.. https://www.who.int/publications/i/item/9789241513647
Yushananta Prayudhy, Mei Ahyanti, Yetti Anggraini, Risk Factor of Stunting age 6-59 months, Journal of Medical Sciences (10), 2022. https://oamjms.eu/index.php/mjms/article/view/7768
Yuliawati, Y Anggraini, S Lestariningsih, R Aghniya, The Role of Exclusive Breastfeeding, Low Birth Weight, and Immunization in Stunting Among Children Under Five, Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai, (18)1, 10-19, 2025. https://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JKM/article/view/5004
Zakaria, Z., Tamrin, A., & Sirajuddin, S. (2017). Pemanfaatan tepung daun kelor dalam pembuatan makanan tambahan balita. Jurnal MKMI, 13(2), 105–110. https://www.dmi-journals.org/jai/article/view/847
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Prasetyowati, Yetti Anggraini, Yuliawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





