Bersinergi Menangani Stunting (BERGISI) untuk Menangani Masalah Keperawatan Manajemen Kesehatan Tidak Efektif di RW 009 Dusun Krajan Desa Sukorambi

Authors

  • Yuldani Adinda Daviyana Universitas Jember
  • Mochammad Farizco Zulfa Universitas Jember
  • Tantut Susanto Universitas Jember

DOI:

https://doi.org/10.26630/beguaijejama.v6i2.5517

Keywords:

Balita, Intervensi Kesehatan, Stunting

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan serius yang dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak, yang disebabkan oleh kekurangan gizi dalam periode awal kehidupan. Penanganan stunting di tingkat masyarakat, khususnya di RW 009 Dusun Krajan, Desa Sukorambi, masih menghadapi tantangan terkait manajemen kesehatan yang tidak efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu model intervensi berbasis sinergi antara berbagai elemen masyarakat dan sektor kesehatan yang dapat menangani permasalahan stunting secara lebih efektif. Program Bersinergi Menangani Stunting (BERGISI) diusulkan sebagai solusi untuk meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan keluarga dalam pencegahan dan penanganan stunting. Metode penyuluhan dilakukan dengan ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Peningkatan manajemen kesehatan tentang stunting dilakukan dengan media booklet, poster, dan pengolahan komoditas lokal. Sasaran kegiatan adalah agregat ibu hamil, bayi, dan balita dengan target komunitas balita dengan stunting di RW 009 Dusun Krajan, Sukorambi sebanyak 20 orang. Hasil kegiatan didapatkan peningkatan status gizi dari kegiatan pre-test didapatkan 16 balita pendek, 4 balita sangat pendek, 7 dari 20 balita telah mendapatkan 8 aneka kelompok pangan, dan 9 dari 20 keluarga balita telah memenuhi syarat sanitasi lingkungan yang sehat. Sedangkan setelah dilaksanakan post-test didapatkan hasil 3 sesuai, 13 pendek, 4 sangat pendek, 16 dari 20 balita telah mendapatkan 8 aneka kelompok pangan, dan 15 dari 20 sanitasi lingkungan keluarga balita telah memenuhi syarat sanitasi yang sehat. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan dalam pengetahuan, perilaku, dan kebiasaan keluarga dengan balita dengan stunting dan risiko stunting. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kegiatan BERGISI ini berhasil dengan tujuan dan target yang diharapkan.

References

Hatijar, H. (2023). The Incidence of Stunting in Infants and Toddlers. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(1), 224–229. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i1.1019

Ramadhani, A. P., Susanto, T., Rasni, H., & Kurdi, F. (2023). Grand Parent of Parenting Style and Incidence of Stunting Among Toddlers in Indonesia: A Literature Review. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 3(1), 95–114. https://doi.org/10.58545/jkki.v3i1.48

Riski Hidayaturrohkim, Tantut Susanto, Hanny Rasni, & Syahroni Bahtiar. (2023). Study of The Caregivers Role Strain in Fulfilling Nutrition for Stunting Toddlers In Public Health Center of Rambipuji, Jember regency. Caring: Jurnal Keperawatan, 11(2), 73–86. https://doi.org/10.29238/caring.v11i2.1476

Susanto, T., Ade, G. V. A. K., & Rasni, H. (2023). Validitas Kuesioner Kesadaran Gizi Keluarga Pada Ibu Dengan Anak Stunting di Kabupaten Jember. Madago Nursing Journal, 4(1), 1–17. https://doi.org/10.33860/mnj.v4i1.2072

Susanto, T., Rokhani, R., Yunanto, R. A., Rahmawati, I., & Merina, N. D. (2023). Pemanfaatan Produk Pertanian sebagai Makanan Tambahan dan Bergizi melalui Posyandu Plus Berbasis Agronursing untuk Mengatasi Stunting. Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 47–57. https://doi.org/10.33860/pjpm.v4i1.1374

Wulandari, I. R., Susanto, T., & Rahmawati, I. (2025). The Relationship of Parenting Patterns to Stunting Incidents: Literature Review. 9, 2651–2657.

Downloads

Published

2025-08-30