Penerapan Evidance Base Nursing Intermittent Feeding untuk Menurunkan Volume Residu Lambung Pasien Kritis

Army Reza Mutias, Beti Kristinawati, Nur Widayati

Abstract


Pasien dalam kondisi kritis dengan kondisi tubuh yang lemah, bedrest dan kegagalan multiorgan mengalami penurunan motilitas lambung yang menyebabkan proses pengosongan lambung terhambat sehingga terjadi peningkatan volume residu lambung. Tujuan dari penerapan evidence base nursing ini adalah untuk menurunkan volume residu lambung pada pasien kritis dengan pemberian interitttent feeding. Penerapan evidence base nursing ini dilakukan pada 7 sampel yang dipilih  dengan teknik purposive. Sampel yang dipilih telah memenuhi kriteria yang ditetapkan. Intermittent feeding dilakukan selama satu hari sebanyak 5 kali sesuai jam makan rumah sakit dengan jumlah nutrisi yang diberikan adalah 200 cc selama 1 jam setiap pemberian. Sebelum dan setelah pemberian intermittent feeding dilakukan aspirasi cairan lambung terlebih dahulu untuk mengevaluasi volume cairan lambung. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi volume residu lambung untuk mengetahui perubahan volume residu lambung sebelum dan setelah intervensi dilakukan. Hasil evidence base nursing ini menunjukkan bahwa dari 7 pasien yang diberikan intermittent feeding, semua pasien mengalami penurunan volume residu lambung. Intermittent feeding efektif menurunkan volume residu lambung. Sehingga diharapkan dapat diterapkan pada pasien yang menerima nutrisi enteral via nasogastrik dan beresiko mengalami penurunan motilitas lambung.


Keywords


Intermittent feeding, volume residu lambung, pasien kritis

Full Text:

PDF

References


Aguilera-Martínez et al. (2011). Enteral Feeding via Nasogastric Tube. Effectiveness of continuous versus intermittent administration for greater tolerance in adult patients in Intensive Care: A systematic review. JBI Library of Systematic Reviews, 9(Supplement), 1–17.

Asosiasi Dietisen Indonesia Cabang Bandung. (2005). Panduan pemberian nutrisi enteral. Jakarta: EGC.

Asosiasi Dietisen Indonesia Cabang Bandung. (2005). Panduan pemberian nutrisi enteral. Jakarta: EGC.

Bureau of quality improvement service. (2015). Health & Safety : Aspiration Prevention Management of Gastric Residuals. Washington: BQIS.

Bureau of quality improvement service. (2015). HEALTH & SAFETY : ASPIRATION PREVENTION Management of Gastric Residuals. 1–6.

Guo, B. (2015). Gastric residual volume management in critically ill mechanically ventilated patients: A literature review. Proceedings of Singapore Healthcare. 24(3). 171–180.

Ichimaru, S & Amagai, T. (2014). Intermittent and bolus methods of feedig in critical care. Diet aand Nutrition in Critical Care. 1-17. https://doi.org/10.1007/978-1-4614-8503-2_139-1.

Khalimah, N., Putrono., & Rafiyanto, W. (2018). Pemberian Nutrisi Enteral Metode Intermittent Feeding Terhadap Volume Residu Lambung Pada Pasien Kritis. LTA. Prodi Profesi Ners Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes

Konmiao., Zeng, F., Yi Li. Chen, C., & Huang, M. (2018). A more physiological feeding process in ICU intermittent infusion with semi-solid nutrients (CONSORT-compliant). Clinical Trial/Experimental Study: Medicine. 97(36), 1-6.

Lyanne, W. Et al. (2015). Intermittent bolus or semicontinuous feeding for preterm infants?. JPGN: Original Article Nutrition. 61(6), 659-664.

Munawaroh, S. W., Handoyo, & Astutiningrum, D. (2012). Efektifitas Pemberian Nutrisi Enteral Metode Intermittent Feeding dan Gravity Drip Terhadap Volume Residu Lambung pada Pasien Kritis di Ruang ICU RSUD Kebumen. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan. 8(3). 1–6.

Nasiri, M., Farsi, Z., Ahangari, M., & Dadgari, F. (2017). Comparison of Intermittent and Bolus Enteral Feeding Methods on Enteral Feeding Intolerance of Patients with Sepsis: A Triple-blind Controlled Trial in Intensive Care Units. Middle East Journal of Digestive Diseases, 9(4), 218–227.

Paolo, G. Di, Twomlow, E., Hanna, F. W. F., Farmer, A. D., Lancaster, J., & Sim, J. (2019). Continuous or Intermittent ? Which Regimen of Enteral Nutrition is Better for Acute Stroke Patients ? a Systematic Review and Meta-Analysis. OJNBD. 247–255.

Patel, J., Rosenthal., & Heyland, D. (2017). Intermittent versus continuus feeding in critically ill adults. Current Opinion: Nutrition and Intensive Care Unit. 1363-1950, 1-5.

Potter, P & Perry, A. (2011). Buku ajar fundamental keperawatan: konsep, proses dan praktik. Jakarta: EGC.

Setianingsih., Rahayu, Y., & Anna, A. (2017). Analisa faktor-faktor yang berhubungan dengan gastric residual volume pada pasien yang mendapat nutrisi enteral metode bolus feeding di Ruan ICU RSUD Tugurejo Semarang. Prosiding Seminar Ilmiah Keperawatan 2016, 4, 52-61, ISBN: 978-602-74417-0-5.

Simandibrata, M. (2013). Opimalisasi nutrisi enteral paien rawat inap. bagian ilmu penyakit dalam. FKUI/RSCM.

Ulfa, M., Siswanto, Y., & Yudanari, Y.G. (2015). Efektifitas pemberian nutrisi secara gravity drip dan intermittent feeding terhadap jumlah residu lambung pasien di Instalasi Rawat Intensif RSUD Tugurejo Semarang. 1-7.




DOI: http://dx.doi.org/10.26630/jkep.v16i1.1869

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik  Politeknik Kesehatan Tanjung Karang:

ISSN Print 1907-0357 || ISSN Online 2655-2310
Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Bandar Lampung Cq. Dewan Redaksi Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang. Telepon 0721-703580, email: jurnalkeperawatan@poltekkes-tjk.ac.id


View My Stats 

Anti Plagiarism & Grammar

    

Flag Counter
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.