Kejadian ISPA Pneumonia dan Faktor Risiko yang Meningkatkan pada Bayi dan Balita

Riyanto Riyanto, Herlina Herlina

Abstract


Introduction: Acute respiratory infection or Pneumonia is one of the causes of morbidity and mortality in children under five years old, especially in developing countries. In Indonesia, pneumonia cases are the main cause of death in children under five. Global estimates show that every hour 71 children in Indonesia contract pneumonia. Purpose: To analyze the risk factors for the occurrence of ARI Pneumonia in infants and toddlers at the Metro City Health Center in 2020. Methods: This study used a case-control study design with a retrospective approach. The research sample was infants and toddlers who visited the Puskesmas with a diagnosis of Acute respiratory infection Pneumonia or pneumonia in the working area of the Metro City Health Center. The number of samples with a ratio of 1: 1 or 46 case groups and 46 control groups. The location of the research was carried out in the working area of the Metro City Health Center. Data was collected by looking at the medical records of the case and control groups, followed by structured interviews to retrospectively look at the risk factors for the occurrence of ARI Pneumonia. Bivariate data analysis using chi-square test. Results: This study found that there was an association between exposure to cigarette smoke (OR = 8,945), exclusive breastfeeding (OR = 2,179), and vitamin A administration (OR = 2,095) with the incidence of ARI Pneumonia, while the unrelated variable was status nutrition and history of asphyxia. Conclusion: Exposure to cigarette smoke, exclusive breastfeeding, and vitamin A increased the incidence of acute respiratory infection Pneumonia in infants and toddlers. It is necessary to increase the movement of smoke-free areas in the house, in addition to offices and public places and exclusive breastfeeding, and the administration of vitamin A.

Abstrak

Pendahuluan: ISPA Pneumonia merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas anak berusia dibawah lima tahun terutama di negara berkembang. Di Indonesia kasus Pneumonia menjadi penyebab kematian utama pada balita. Estimasi global menunjukkan bahwa setiap satu jam ada 71 anak di Indonesia yang tertular pneumonia. Tujuan: menganalisis faktor-faktor risiko terjadinya ISPA Pneumonia pada bayi dan balita di Puskesmas kota Metro tahun 2020. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus kontrol dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian adalah bayi dan balita yang berkunjung ke Puskesmas dengan didiagnosis ISPA pneumonia di wilayah kerja wilayah Puskesmas kota Metro. Jumlah sampel dengan perbandingan 1 : 1 atau 46 kelompok kasus dan 46 kelompok kontrol. Lokasi penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kota Metro. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat rekam medik kelompok kasus dan kontrol, dilanjutkan dengan wawancara terstruktur untuk melihat secara retrospektif faktor-faktor risiko terjadinya ISPA Pneumonia. Analisis data bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Penelitian ini memperoleh hasil  ada hubungan asosiasi antara paparan asap rokok (OR = 8,945), pemberian ASI eksklusif (OR = 2,179), dan pemberian vitamin A (OR= 2,095) dengan kejadian ISPA Pneumonia, sedangkan  variabel yang tidak berhubungan adalah status gizi dan riwayat asfiksia. Simpulan: Paparan asap rokok, pemberian ASI eksklusif dan pemberian vitamin A meningkatkan kejadian ISPA Pneumonia pada bayi dan balita. Perlu meningkatkan gerakan kawasan tanpa rokok (KTR) di dalam rumah, selain kantor dan tempat-tempat umum dan pemberian ASI eksklusif serta pemberian vitamin A.


Keywords


ISPA pneumonia; paparan asap rokok; ASI eksklusif; bayi balita

Full Text:

PDF

References


Achmadi, U. F. (2012). Dasar-Dasar Penyakit Berbasis Lingkungan, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Adriani, M., & Wirjatmadi, B. (2014). Gizi dan Kesehatan Balita. Jakarta: Kencana.

Ardina, R. (2018). Respon Inflamasi Pada Perokok Pasif Di Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya Ditinjau dari Jumlah Leukosit dan Jenis leukosit. The Journal Medical Labory Technologist, 31-41.

Astuti, S., Judistina, T. D., Rahmiati, L., & Susanti, A. I. (2015). Asuhan Kebidanan Nifas & Menyusui. Jakarta: Erlangga.

Behram, R. ; Kliegman, R; Arvin, A. (2000). Ilmu Kesehatan Anak Nelson bagian 2 edisi 12, diterjemahkan oleh Samik Wahab, EGC, Jakarta.

Chiron, V. A; Raharjo, B; & Werdani, K. E. (2015). Hubungan Pemberian ASI eksklusif Eksklusif dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pedang Klaten. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhamadiyyah Surakarta, 1-9.

Dinkes Kota Metro. (2019). Profil Kesehatan Kota Metro Tahun 2018, Metro.

Dinkes Kota Metro.(2018). Profil Kesehatan Kota Metro Tahun 2017, Metro.

Dinkes Kota Metro. (2017). Profil Kesehatan Kota Metro Tahun 2016, Metro

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. 2019. Profil Kesehatan Lampung Tahun 2019. Bandar Lampung: Dinas Kesehatan Provinsi Lampung

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. 2019. Profil Kesehatan Lampung Tahun 2019. Bandar Lampung: Dinas Kesehatan Provinsi Lampung

Efni, Y., Machmud, R., & Pertiwi, D. (2016). Faktor Risiko Yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Kelurahan Air Tawar Barat Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 365-370.

Husaini, A. (2007). Tobat Merokok. Pustaka Iman, Jakarta.

Ibrahim, Hartati. (2011). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Anak Balita di Wilayah Puskesmas Botumoito Kabupaten Boalemo Tahun 2011. Tesis Program Pascasarjana Unhas.

Indrayani; Djami, M. E. (2016). Asuhan Persalinan Dan Bayi Baru Lahir, CV. Trans Info Medika, Jakarta.

Indriani, N; Rustina, Y; Agustini, N. (2015). Perkembangan Bayi Usia 6-12 Bulan Dengan Riwayat Asfiksia. Jurnal Keperawatan Indonesia, 132-138.

Irman, S. (2012). Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Sistem Pernapasan, Edisi 2, Salemba Medika, Jakarta.

Kementrian Kesehatan RI. (2013). Laporan Hasil Riskesdas 2013, Jakarta.

Kementrian Kesehatan RI. (2017). Pofil Kesehatan Indonesia Tahun 2016, Jakarta.

Kementrian Kesehatan RI. (2019). Hasil Utama Riskesdas 2018, Jakarta.

Kementrian Kesehatan RI. (2018). Pofil Kesehatan Indonesia Tahun 2017, Jakarta.

Kementrian Kesehatan RI. (2019). Pofil Kesehatan Indonesia Tahun 2018, Jakarta.

Maryunani, A. (2010). Ilmu Kesehatan Anak Dalam Kebidanan. Jakarta: Trans Info Media.

Masriadi. 2017. Epidemiologi Penyakit Menular. Cetakan Ke-2. Depok: Rajawali Pers.

Misnadiarly (2008). Penyakit Infeksi Saluran Napas Pneumonia Pada Anak Balita, Orang Dewasa, Usia Lanjut, Pustaka Obor Populer, Jakarta.

Niederman, M. S. (2018). Clinics in Chest Medicine, Elsevier, New York.

Notoatmodjo, S. (2018). Metode Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta.

Praktiknya, A. W. (2010). Dasar Dasar Metodologi PenelitianKedokteran dan Kesehatan, Jakarta: Rajawali Pers

Prihaningtyas, R. Aji. (2014). Deteksi dan Cepat Obati 30 + penyakit yang sering menyerang anak, Media Presindo, Yogyakarta.

Rasyid, Z. (2013). Faktor-Faktor yang Behubungan Dengan Kejadian Pneumonia Anak Balita di RSUD Bangkinang Kabupaten Kampar, Jurnal Kesehatan Komunitas, 136-140.

Rejeki, S; Hdinegoro. (2014). Pedoman Imunisasi di Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta.

Riyanto, A. (2012). Penerapan Analisis Multivariat dalam Penelitian Kesehatan. Yogjakarta: Nuha Medica

Safarina.2015.Hubungan kebiasaan merokok di dalam rumah dengan kejadian ISPA pada balita di desa cimareme. Retreived from: http://unahmad.ac.ad . Diakses tanggal 15 oktober 2020

Sastroasmoro, S; Ismael, S. (2016). Dasar-dasar Metode Penelitian Klinis, Sagung Seto Jakarta.

Septikasari, M. (2018). Status Gizi Anak Dan Faktor Yang Mempengaruhinya, UNY Press, Yogyakarta

Sihombing, M., Notohartojo, I. T. (2015). Gambaran Sosiodemografi Perokok Pasif dengan ISPA Dan Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Indonesia (Analisis Data Riskesdas 2013). Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. Tersedia dari: https://media.neliti.com/media/publications/82105]-ID-gambaran-sosiodemografi-perokok-pasif-de.pdf

Sinuraya, L. D. (2017). Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Kejadian ISPA Pada Balita Di Desa Singgamanik Kecamatan Munte Kabupaten Karo Tahun 2017. Retreived from: http://ecampus.poltekkes-medan.ac.id. Diakses tanggal 31 Oktober 2020.

Sukmana, T. (2011). Mengenal Rokok dan Bahayanya, Be Champion, Jakarta.

Supriyatin, O. (2015). Hubungan Paparan Asap Rokok Dan Rumah Tidak Sehat Dengan Kejadian Pneumonia Pada Anak Balita Di Puskesmas Wirobrajan Yogyakarta. Naskah Publikasi. Yogyakarta

Suradi, R., Aminullah, A., Kosim, S., Rohsiswatmo, R., Soeroso, S., Kaban, R., & Prasmusinto, D. (2008). Pencegahan dan penatalaksanaan asfiksia neonaturum. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Swarjana, I. K. (2015). Metode Penelitian Kesehatan, CV Andi Offset, Yogyakarta.

Syani, F. E; Budiono; Raharjo, M. (2015). Hubungan Faktor Risiko Lingkungan Terhadap Kejadian Penyakit Pneumonia Blita Dengan Pendekatan Analisis Spasial Di Kecamatan Semarang Utara. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 732-743. Semarang

Tanjung, S., & Cahyanto, E. B. (2015). Hubungan Antara Lama Paparan Asap Rokok Dengan Frekuensi Kejadian ISPA Pada Balita di Puskesmas Gambirsari Surakarta. Program Studi D IV Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS, 1-9.

Trisiyah, C. D; W, C. U. (2018). Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Taman Kabupaten Sidoardjo. The Indonesia Journal Public Health. 119-129. Sidoardjo

Udin, M. F. (2019). Buku Praktis Penyakit Respirasi Pada Anak Untuk Dokter Umum, UB Press, Malang.

UNICEF. (2019). For Every Child Pneumonia. UNICEF. Retreived from: 9 Desember 2019), https://data.unicef.org/topic/child-health/pneumonia/

Utama, S. Y. (2018). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Sistem Respirasi, Deepublish, Yogyakarta.

Walyani, E. S. (2017). Asuhan Kebidanan Masa Nifas & Menyusui. Yogyakarta: PT Pustaka Baru.

Walyani, E. S; Purwoastuti, E. (2017). Asuhan Kebidanan Masa Nifas dan Menyusui, PT Pustaka Baru, Yogyakarta.

WHO. (2019). News Room Fact Sheet Pneumonia 2 August 2019. Retreived from: 29 September 2019), http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/pneumonia.

World Health Organization. (2012). World Health Statistic 2012. Tersedia dari: [http://www.who.int/gho/publications/world _health_statistics/2012]

Widayat, A. (2014). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Pneumonia Pada Balita di Wilayah Puskesmas Mojogedang II Kabupaten Karanganyar. Jurnal Publikasi, Surakarta.

Widia, L. (2017). Hubungan Antara Status Gizi Dengan Kejadian Ispa Pada Balita. Jurnal Darul Azhar Vol 3, No.1 Februari 2017 – Juli 2017: 28 - 35

Wijayakusuma, H. (2003). Proteksi Dini Terhadap SARS (Serve Acute Respirtory Syndrome). Bogor: Pustaka Populer Obor

Wulandari, V., Susumaningrum, L., Susanto, T., & Kholis, A. (2020). Hubungan Paparan Asap dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Anak Usia 0-5 Tahun di Wilayah Pertanian Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 5(2), 88-95. https://doi.org/10.14710/jekk.v5i2.7152

Yulia, E; Machmud, R; Pertiwi, D. (2016). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Pneumonia. Jurnal Kesehatan Andalas. 365-370, Padang




DOI: http://dx.doi.org/10.26630/jkm.v14i1.2709

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


   


Published by: Politeknik Kesehatan Tanjungkarang, Indonesia
Flag Counter