Faktor Resiko Kejadian Kecacingan Pada Target Pemberian Obat Cacing

Muhammad Prima Cakra Randana, Misnaniarti Misnaniarti, Rostika Flora

Abstract


Latar Belakang: Kecacingan merupakan penyakit infeksi yang umum terjadi di daerah tropis. Masih tingginya angka kejadian kecacingan disebabkan oleh banyak masyarakat yang tinggal di perkebunan. Hal tersebut menjadi faktor resiko terutama pada anak sekolah dasar yang sering bermain di atas permukaan tanah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan angka kejadian cacingan pada anak sekolah dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Air Beliti.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan menggunakan desain cross sectional dilakukan Januari - Maret 2021 di sekolah dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Air Beliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak yang menjadi sasaran pemberian obat cacing di Wilayah Kerja Puskesmas Air Beliti dengan jumlah sasaran 22.362 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian anak yang menjadi sasaran pemberian obat cacing di wilayah kerja Puskesmas Air Beliti memenuhi kriteria inklusi. Peneliti mendapatkan minimal sampel sebanyak 94 anak.  Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat yang dilakukan uji chi-square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda.

Hasil: Analisis menunjukkan bahwa kebiasaan cuci tangan (p-value 0,001), kebersihan kuku (p-value 0,007) dan kebiasaan jajan (p-value 0,001) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian kecacingan pada anak SD. Variabel kebiasaan jajan menjadi variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian cacingan pada anak sekolah dasar. Simpulan: Perilaku hidup bersih dan sehat perlu ditekankan kepada siswa sekolah dasar. Hal tersebut juga harus menjadi tanggung jawab orang tua siswa dan guru. Terutama kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan kuku, dan memilih jajan yang bersih.

 

Abstract

Background: Worms are an infectious disease that is common in the tropics. The high incidence of helminthiasis is caused by many people living in plantations. This is a risk factor, especially for elementary school children who often play on the ground. Purpose: This study aims to analyze the factors associated with the incidence of intestinal worms in elementary school children in the Air Beliti Health Center Work Area.

Methods: This research is an analytical survey research using a cross-sectional design conducted in Januar-March 2021 in elementary schools in the Air Beliti Health Center Work Area. The population in this study were all children who were the target of worming in the Air Beliti Health Center working area with a target number of 22,362 people. The sample in this study was some children who were the target of giving worm medicine in the Air Beliti Health Center working area and met the inclusion criteria. Researchers get a minimum sample of 94 children. Data analysis used univariate analysis, bivariate using chi-square test, and multivariate using multiple logistic regression test.

Results: The analysis showed that handwashing habits (p-value 0.000), nail hygiene (p-value 0.007), and snacking habits (p-value 0.000) had a significant relationship with the incidence of worms in elementary school children. The variable of snacking habits became the most dominant variable associated with the incidence of intestinal worms in elementary school children. Conclusion: Clean and healthy living behavior needs to be emphasized to elementary school students. It should also be the responsibility of parents and teachers. Especially the habit of washing hands, keeping nails clean, and choosing clean snacks.

 


Keywords


Cuci tangan; Kebersihan kuku; Jajan; Kecacingan; Obat cacing

Full Text:

PDF

References


Absari, A. P., Handayani, D., & Ramdja, M. (2019). Hubungan Kebiasaan Jajan Di Sekolah Dengan Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) Pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah Azizan Palembang (Under graduated thesis, Sriwijaya University). Retrieved from https://repository.unsri.ac.id/4532/

Afandi, A. T., Indarwati, R., & Hadisuyatmana, S. (2012). Pengaruh Peer Group Support Terhadap Perilaku Jajanan Sehat Siswa Kelas 5 SDN Ajung 2 Kalisat Jember. Indonesian Journal of Community Health Nursing, 1(1).

Al-Fanjari, A. S., & Jumanto, T. (2005). Nilai Kesehatan Dalam Syariat Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Dinkes Kabupaten Musi Rawas. (2019). Profil Kesehatan Kab. Musi Rawas. Muara Beliti: Dinkes Kabupaten Musi Rawas.

Endriani, & Mifbakhudin, S. (2011). Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian kecacingan pada anak usia 1-4 tahun. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 7(1), 22–35

Fattah, N., Arifin, A. F., Hadi, S., & Imam, F. R. S. (2020). Hubungan Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Penyakit Kecacingan. UMI Medical Journal, 5(2), 47-55. https://doi.org/10.33096/umj.v5i2.78

Hanif, D. I., Yunus, M., & Gayatri, R. W. (2017). Gambaran Pengetahuan Penyakit Cacingan (Helminthiasis) Pada Wali Murid Sdn 1, 2, 3, Dan 4 Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Preventia : The Indonesian Journal of Public Health, 2(2), 76. https://doi.org/10.17977/um044v2i2p76-84

Jafriati, Kusnan, A., & Afa, J. R. (2017). Analisis Determinan Kejadian Penyakit Cacingan Pada Murid Taman Kanak-Kanak Se Kota Kendari Sulawei Tenggara Tahun 2017. Preventif Journal, 2(1), 19-24. http://dx.doi.org/10.37887/epj.v2i1.7533

Juhairiyah, J., & Annida, A. (2015). The Policy of Helminthiasis control and Public knowledge Againts Helminthiasis in banjar regency South kalimantan Province. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 17(2 Apr), 185–192. https://doi.org/10.22435/bpsk.v17i2

Kartini, S. (2016). Kejadian Kecacingan pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Rumbai Pesisir Pekanbar. Jurnal Kesehatan Komunitas, 3(2), 53–58. https://doi.org/10.25311/keskom.vol3.iss2.102

Kause, E., Setiono, K., & Telussa, A. (2020). Hubungan Kebiasaan Mencuci Tangan Dan Menggunting Kuku Terhadap Infeksi Cacing Usus Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Lifuleo. Cendana Medical Journal (CMJ), 8(2), 131-137. https://doi.org/10.35508/cmj.v8i2.3357

Kemenkes RI. (2015). Laporan Evaluasi Kinerja PP dan PL Tahun 2015. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI

Kemenkes RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2017 Tentang Penanggulangan Cacingan. Jakarta: Kementerian kesehatan RI.

Lalangpuling, I. E. (2020). Prevalensi Kecacingan dan Hubungan Dengan PHBS Pada Anak Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Ranomut Kota Manado. Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS), 7(1), 26-33. https://doi.org/10.32807/jambs.v7i1.166

Novila, V., Octaviani, D., & Sarwani, D. (2016). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Infeksi Cacingan (Studi pada Anak Usia Dini 3-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran II Banyumas). Jurnal Kesehatan Mahardika, 3(2).

Sahani, W., & Limbong, O. S. (2020). Hubungan Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun Dengan Kejadian Infeksi Kecacingan Pada Anak Sekolah Dasar (Studi Literatur). Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 20(22), 310–318. https://doi.org/10.32382/sulolipu.v2i20.1850

Sirajuddin, S., & Masni, M. (2015). Kejadian anemia pada siswa sekolah dasar. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal), 9(3), 264-269. http://dx.doi.org/10.21109/kesmas.v9i3.574

Sofiana, L., & Kelen, M. (2018). Factors Related to Soil Transmitted Helminth Infection on Primary School Children. Unnes Journal of Public Health, 7(1), 55-61. https://doi.org/10.15294/ujph.v7i1.17400

Waqiah, U., Mallapiang, F., & Sahani, W. (2010). Hubungan Hygiene Perseorangan dengan Kejadian Infeksi Kecacingan pada Pemulung Anak Usia Sekolah Dasar di TPA Antang Makassar (Under graduated thesis, UIN Alauddin Makassar). Retrieved from http://repositori.uin-alauddin.ac.id/

WHO. (2015). World Report on Ageing and Health 2015. Geneva: World Health Organization.




DOI: http://dx.doi.org/10.26630/jkm.v14i1.2678

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


   


Published by: Politeknik Kesehatan Tanjungkarang, Indonesia
Flag Counter