PENGARUH PENGGUNAAN KONTRASEPSI IMPLANT TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN DAN HYPERTENSI DI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Yusro Hadi M., Yuliawati Yuliawati

Abstract


Salah satu program KB nasional adalah pemakaian kontrasepsi implant. Pencapaian peserta KB baru di Indonesia tahun 2012 terdapat 743.336 akseptor dan 4,57% (33.937 akseptor) menggunakan implant, di Provinsi Lampung 13,32%  pada tahun 2012, dan di Kabupaten Lampung Timur pencapaian peserta KB Implant baru sejumlah 34,54% (137.077) dari 120.266 akseptor. Angka drop out di Indonesia pada tahun 2010 sebesar 19% dari seluruh akseptor dan 10% diantaranya disebabkan efek samping dan masalah kesehatan lainnya . Efek samping kontrasepsi implant diantaranya gangguan siklus menstruasi 98,5%0 dan peningkatan berat badan (3,3%), peningkatan tekanan darah (2,2%), sakit kepala (5,5%), dan perdarahan (1,6%). Hasil studi pendahuluan pada bulan 27 Februari 2013 di Kecamatan Pekalongan Lampung Timur dari 32 akseptor yang melepaskan implant pada tahun 2012 yang putus pakai (drop out) sebanyak 43,75% (14 orang) dan 56,25% (18) orang memutuskan untuk mengganti jenis kontraseps, dari 10 orang akseptor  yang drop out karena  peningkatan berat badan 40% (4) orang, ketidak teraturan siklus haid 30%  (3) orang dan 30% (3) orang) tekanan darah meningkat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan kontrasepsi implant terhadap peningkatan  berat badan dan hipertensi di kabupaten Lampung Timur. Metode penelitian ini bersifat analitik, dengan desain kohort retrospective   bersumber data rekam medik Puskesmas. Populasi semua akseptor KB MKJP yang telah menggunakan lebih dari 1 tahun. Obyek penelitian adalah pengaruh penggunaan kontrasepsi implant dengan peningkatan berat badan dan hipertensi. Lokasi penelitian di wilayah Puskesmas Pekalongan, Bumi Mas dan Sekampung Kabupaten Lampung Timur. Waktu penelitian bulan Agustus sampai Oktober 2013. Estimasi besar sampel menggunakan perhitungan besar sampel uji hipotesis terhadap rasio odds untuk studi cohort diperoleh 145 terpapar dan 145 tidak terpapar.  Analisis data menggunakan chi square test.  Hasil penelitian menunjukkan penggunaan kontrasepsi implant berpengaruh terhadap peningkatan berat badan (p=0,013; OR= 1,932) dan terhadap peningkatan tekanan darah atau hipertensi (p=0,024; OR: 1,897. Kesimpulan hasil penelitian bahwa penggunaan kontrasepsi implant berisiko 1,9 kali terjadi peningkatan berat badan, dan berisiko  1,89 kali  terjadi hipertensi. Saran bagi provider agar melakukan penyuluhan dan pemeriksaan berat badan, dan tekanan darah  secara rutin terhadap akseptor implant setiap bulannya.


Keywords


Implant, berat badan, hipertensi

Full Text:

PDF

References


Ariawan, Iwan, 1998, Besar dan Metode Sampel pada Penelitian Kesehatan, Jurusan Biostastistik dan Kependudukan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

BKKBN, 2012, Profil Hasil Pendataan Keluarga Tahun 2011, BKKBN, Jakarta.

Cunningham, F. Gary, alih bahasa Joko Suyono, 1995,Obstetri Williams, edisi ke 18, EGC, Jakarta.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, 2011, Profil Provinsi Lampung 2011. Bandar Lampung

Hanafi, Hartanto, 2003, Keluarga Berencana dan Kontrasepsi Pustaka Sinar Harapan, Jakarta.

Manuaba, Ida Bagus Gde, 1998, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Ratnawati, 2010, Hubungan Peningkatan Berat Badan dengan Penggunaan Kontrasepsi Implant di RB Kartini Surabaya Tahun 2010, diakses dari http:// isjd.pdii.lipi.go.id, pada tanggal 2 Oktober 2012.

Sinau, 2010, Kontrasepsi Suntikan Menyebabkan Peningkatan Berat Badan, diakses dari http://pijatbugarsehat.wordpress.com/, pada tanggal 2 Oktober 2012.




DOI: http://dx.doi.org/10.26630/jkm.v6i2.1356

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


   


Published by: Politeknik Kesehatan Tanjungkarang, Indonesia
Flag Counter