PENGARUH KELAS IBU HAMIL TERHADAP PERILAKU IBU DALAM INISIASI MENYUSU DINI DI KOTA METRO

Yoga Tri Wijayanti

Abstract


Angka kematian bayi di Kota Metro  pada tahun 2010 mengalami peningkatan dari 9,7 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2009 menjadi 10,2 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2010. Kejadian  kematian bayi pada tahun 2010 sebanyak  31 kasus, dimana 30 diantaranya terjadi pada masa neonatal, dimana dua pertiga dari kematian neonatal terjadi pada satu minggu pertama dimana daya imun bayi masih sangat rendah. Meningkatkan durasi pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif penting karena perilaku menyusui sangat berhubungan dengan kesehatan dan kelangsungan hidup anak. Menunda inisiasi menyusui akan meningkatkan kematian bayi. Hal tersebut ditunjukkan oleh data bahwa dari 10.947 bayi yang lahir antara Juli 2003 – Juni 2004 dan disusui, serta menyusu dalam 1 jam pertama akan menurunkan angka kematian perinatal sebesar 22% dan kemungkinan kematian meningkat secara bermakna setiap hari permulaan menyusu ditangguhkan. Hasil penelitian di Kotabumi Lampung Utara, menyebutkan bahwa diantara 94 sampel ibu bersalin normal di RS Bersalin M Yusuf Kalibalangan pada bulan Juli dan Agustus tahun 2010 hanya 40,4 % ibu yang melakukan IMD pada bayi baru lahir, dimana faktor pengetahuan, sikap ibu dan dukungan keluarga dalam IMD berhubungan dengan pelaksanaan IMD pada bayi baru lahir. Menyusui segera (immediate breastfeeding) merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mencegah diberikannya makanan/minuman pralakteal dan berhubungan berhubungan erat dengan kesuksesan menyusui. Penelitian berdesain kohort retrospektif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh (kelas ibu hamil) KIH terhadap perilaku dalam pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini yang dilakukan di 9 Kelurahan yang tersebar dalam 5 Kecamatan yang ada di Kota Metro Propinsi Lampung. Jumlah sampel 86 responden ibu yang memiliki bayi umur < 1 bulan terdiri dari 2 kelompok, yaitu terpapar KIH dan tidak terpapar KIH  masing-masing 43 responden. Data yang terkumpul dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat  dengan regresi logistik ganda model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keikutsertaan ibu dalam KIH berpengaruh pada perilaku dalam Inisiasi Menyusu Dini. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap perilaku ibu dalam Inisiasi Menyusu Dini  adalah disarankan bagi penentu kebijakan untuk memasarkan program KIH sesuai dengan segmentasi pasar, dan bekerjasama dengan lintas sektor untuk meningkatkan partisipasi ibu hamil dalam kegiatan KIH, dan meningkatan kualitas materi mengenai IMD.


Keywords


Kelas Ibu hamil, inisiasi menyusu dini

Full Text:

PDF

References


Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2008. Jakarta:Depkes RI. 2009

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2009 Pedoman Pelaksanaan Kelas ibu hamil. Jakarta:Depkes RI.

Dinas Kesehatan Propinsi Lampung, 2010, Profil kesehatan Propinsi Lampung Tahun 2009. Bandar Lampung

Dinas Kesehatan Kota Metro. 2011, Profil kesehatan Propinsi Lampung Tahun 2010. Metro

Dinas Kesehatan Kota Metro. 2012, Laporan Bidang Kesehatan Keluarga 2011. Metro: Dinkes Kota Metro.

Edmond KM, Zandoh C, Quigley MA, Amenga ES, Owusus AS, Kirkwood BR. 2006 Delayed breastfeeding initiation increases risk of neonatal mortality. J.Pediatrics.

Green, L.W., & Kreuter, M.W. 2005, Health Program Planning; an Educational and Ecological Approach. (4th ed.). New York: The Mc Graw-Hill Companies

Lemeshow, S., 1997, Hosmer, J., & Klar, J. Besar sampel dalam penelitian. kesehatan.Yogyakarta: Gajah Mada University Pres.

Lestari, Y.D. 2010, Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian makanan tambahan terhadap bayi 0- 6 bulan di BPS Rosnani desa Sidowaluyo Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan. Karya Tulis Ilmiah. Metro: Prodi Kebidanan Metro Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang

Murti B, 2010, Desain dan Ukuran Sampel untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif di Bidang Kesehatan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press

Nani. 2010, Hubungan kelompok pendukung Ibu dalam penerapan inisiasi menyusu dini di Puskesmas Kecamatan Cilincing Kota Administrasi Jakarta Utara. Skripsi, Depok: FKMUI

Niaty, Saswaty, 2010, Pengaruh Kelas Ibu Hamil terhadap perilaku ibu dalam pemilihan penolong persalinan di Kabupaten Garut. Tesis. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Notoatmodjo, Soekidjo, 2005, Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Tjandrarini DH. 2000, Hubungan antara faktor karakteristik ibu dan pelayanan kesehatan dengan pemberian kolostrum lebih dari satu jam pertama setelah melahirkan, analisis data sekunder Survei Demografi Kesehatan Indonesia 1997. (tesis). Depok: Universitas Indonesia;.

Romlah, Siti, 2009, Pengaruh Kelas Ibu Hamil terhadap Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi di Kabupaten Garut. Tesis. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

UNICEF-RI. 2000, The situation of women and children in Indonesia. Jakarta: Unicef-RI.

Violesta S. 2010, Faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan IMD pada ibu bersalin di RB Muhammad Yusuf Kalibalangan Kotabumi Lampung Utara. (Karya Tulis Ilmiah). Metro: Prodi Kebidanan Metro Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang




DOI: http://dx.doi.org/10.26630/jkm.v6i2.1351

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


   


Published by: Politeknik Kesehatan Tanjungkarang, Indonesia
Flag Counter