Restorasi Onlay Porcelain Fusi Metal Pada Gigi 26 Pasca Perawatan Endodontic

Suryani Catur S, Dewi Novita N, Yan Farijz

Abstract


Perawatan endodontik  dapat menyebabkan berkurangnya kekerasan gigi sebesar 5% dan kelenturan sebesar 60%. Kita bisa mengatasai masalah ini dengan melakukan restorasi crown atau onlay. Onlay  Porcelain Fused To Metal (PFM) ini dapat mempertahankan sebagian besar jaringan gigi yang berhubungan dengan gingival, dan hal ini merupakan suatu pertimbangan periodontal yang sangat membantu. Artikel ini bertujuan memaparkan  keberhasilan pembuatan onlay PFM pada gigi 26 pasca perawatan endodontik. Metode atau tata laksanan kasus terdiri dari penanganan klinik dan laboratorium. Tata laksana laboratorium dilakukan dua tahapan; yakni tahap pembuatan coping metal dan tahap pembentukan lapisan porselen. Coping metal dibuat dengan teknik waxing lapis demi lapis dengan membentuk full metal. Setelah coping terbentuk, pengurangan metal pada bagian bucal, mesio bukal cusp dan distobukal cusp dilakukan hingga mencapai ketebalan 3 mm. Kemudian, bagian tersebut dilapisi dengan bahan porselen. Tahap pelapisan porselen dimulai dari pengulasan opaque, dentin, enamel, dan glazing dengan warna  yang sesuai. Hasil dari pembuatan onlay ini; fitting margin cukup baik, warna sesuai dengan yang diintruksikan dokter, perlu dilakukan penyesuaian oklusi karena terdapat prematur kontak dibagian mesio dan disto bukal cusp.


Keywords


onlay PFM, perawatan endodontik

Full Text:

PDF

References


Annusavice, Kenneth. J. 2004. Philip’s Science of Dental Material Edisi 10. Diterjemahkan oleh Johan Arief Budiman dan Susi Purwoko. Jakarta: EGC. 356 halaman.

Baum, Lloyd. 1997. Text Book of Operative Dentistry. Saunders Company: United States of Amerika

Fatmawati, Dwi W.A, 2015. “Macam – Macam Restorasi Rigid Pasca Perawatan Endodontia”, Jember, Universitas Jember .

Fujimoto,dkk.2001.Contemporary Fixed Prosthodontics.Louis.Westline Industrial.

Haslinda, Nugroho Juni Jekti, 2014. “Restorasi Onlay pada Gigi Molar Pertama Rahang Atas Pasca Perawatan Endodontik”, Makassar, Universitas Hasanuddin .

Kayser, at all. 1984. Gigi yang Rusak dan Perawatannya dengan Mahkota dan Jembatan. Hak Penerbit Edisi Indonesia pada Binacipta. 288 halaman.

Kidd, E.A.M; B.G.N. Smith; H.M. Pickard. 1993. Manual Konservasi Restoratif menurut Pickard (Pickard’s Manual of Operative Dentistry ). Edisi ke-6 diterjemahkan oleh Ahli Bahasa Narlan Sumawinata. Jakarta: Penerbit Widya Medika. 206 halaman.

Martanto, P. 1982. Teori dan Praktek Ilmu Mahkota dan Jembatan. Jilid 2. Bandung: Alumni. 298 halaman

Richard,Bence. 1990. Buku Pedoman Endodontik Klinik. Jakarata.




DOI: http://dx.doi.org/10.26630/jak.v7i1.920

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Suryani Catur S, Dewi Novita N, Yan Farijz

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Published by: Polteknik Kesehatan Tanjungkarang

ISSN Online 2623-0739 | ISSN Print 2252-3553
Jl. Soekarno-Hatta No. 6 Bandar Lampung Cq. Tim Jurnal Kesehatan Poltekkes Tanjungkarang. Telepon 0721-783852 Fax. 0721-773918, email: jurnal_ak@poltekkes-tjk.ac.id

Creative Commons License

Jurnal Analis Kesehatan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

View My Stats

Flag Counter