Serapan Zat Besi Dalam Minuman Teh Kemasan Menggunakan Spektrofotometer

Iwan Sariyanto

Abstract


Anemia defisiensi besi merupakan masalah gizi yang paling lazim di dunia dan diderita lebih dari 600 juta manusia. Perkiraan prevalensi anemia secara global sekitar 51%. Anemia defisiensi besi lebih cenderung berlangsung di negara sedang berkembang dari pada negara yang sudah maju. Hal itu berakar pada asupan yang tidak adekuat. Anemia kekurangan zat besi dapat disebabkan oleh konsumsi besi yang kurang atau dikonsumsi bersamaan dengan zat yang dapat menghambat serapan besi. Teh merupakan minuman yang banyak bermanfaat sebagi antioksidan, tetapi juga mempunyai zat anti gizi tanin yang dapat menghambat penyerapan besi apabila dikonsumsi dalam waktu yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serapan zat besi (Fe) dalam minuman teh kemasan yang beredar dipasaran. Jenis penelitian ini bersifat ekperimental dengan menambahkan  larutan Fe 1% kedalam minuman teh kemasan. Pengukuran serapan Fe menggunakan methode spektrofotometri. Hasil penelitian yang dilakukan pada 10 macam minuman teh kemasan menunjukkan bahwa seluruh minuman teh kemasan menyerap larutan Fe 1%  dengan intensitas yang berbeda.Teh kemasan TG merupakan teh yang menyerap Fe paling sedikit yaitu sebesar 3,72 ppm. Sedangkan teh kemasan MT yang menyerap Fe paling banyak yaitu sebesar 37,08 ppm.

Keywords


Spektrofotometer, Teh kemasan, Zat besi

References


Almatsier S, 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Arisman, 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan: Buku Ajar Ilmu Gizi. EGC Jakarta

Besral, Meilianingsih L, Sahar J, 2007. Pengaruh Minum Teh Terhadap Kejadian Anemia Pada Usila Di Kota Bandung. Makara, Kesehatan, Vol. 11, No. 1: 38-43.

Chung, K. T., Wong, T. Y., Wei, C. I., Huang, Y. W., & Lin, Y. (1998). Tannins and human health: a review. Critical reviews in food science and nutrition, 38(6), 421-464.

Dewi C dan Mustika NH, 2012. Bahan Pangan,Gizi, Dan Kesehatan. CV Alfabeta, Bandung.

Gibson S. Iron Intake And Iron Status Of Preschool Shildren: Association With Breakfast Cereals, Vitamin C And Meat. Public

Health Nutrition, 1999 (2):521-528

Hartoyo, Arif. 2003. Teh Dan Khasiatnya Bagi Kesehatan. Kanisius, Jakarta.

Kaltwasser JP, Werner E, Schalk K, Hansen C, Gottschalk R, Seidl C, 1998. Clinical Trial on the Effect of Regular Tea Drinking on Iron Accumulation in Genetic Haemochromatosis. Gut 1998;43:699-704 doi:10.1136/gut. 43.5.699.

Nelson M, Poultert J, 2004. Impact Of Tea Drinking On Iron Status In The UK: A Review. J Hum Nutr Dietet, 17, 43-54.

Soegeng S, Anne L, 2009.Kesehatan Dan Gizi. PT Rineka Cipta, Jakarta.

Setyamidjaja, D. 2000. Teh, Budidaya Dan Pengolahan Pascapanen. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Thankachan P, Walezyk T, Muthayya S, Kurpad AV, Hurrel RF 2008. Iron Absorption in Young Indian Women: The Interaction of Iron Status with the Influence of Tea and Ascorbic Acid. Am J Clin Nutr 2008; 87; 881-6.

Wardiyah. H, Yustini Alioes, Dian Pertiwi. 2014. Perbandingan reaksi zat besi terhadap teh hitam dan teh hijau secara invitro dengan menggunakan spektrofotometer. Jurnal Kesehatan Andalas 3(1).




DOI: http://dx.doi.org/10.26630/jak.v8i1.1641

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Iwan Sariyanto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



Jurnal Analis Kesehatan Polteknik Kesehatan Tanjung Karang

  • ISSN Online 2623-0739 | ISSN Print 2252-3553
  • Jl. Soekarno-Hatta No.1 Bandar Lampung Cq. Dewan Redaksi Jurnal Analis Kesehatan
  • Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang. Telepon 0721-704148 Fax. 0721-704148, Email : jurnal_ak@poltekkes-tjk.ac.id

Creative Commons License

Jurnal Analis Kesehatan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License


View My Stats


Jurnal Analis Kesehatan is abstracting & indexing in the following databases:


Flag Counter